Selasa, 06 November 2018

Tatacara Pelaksanaan Umroh


Pengertian Dan Manfaat Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Umroh yang Harus Anda Ketahui



Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ibadah umroh ke ibadah umroh berikutnya adalah penggugur (dosa) pada antara keduanya, & haji yg mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan nirwana.”

Sekarang ini telah banyak orang yang menentukan umrah menjadi alternatif menjalankan ibadah ke Tanah Suci menggunakan alasan-alasan tertentu, galat satunya adalah nir terikatnya jemaah dalam menjalankan umrah dan nir terdapat masa tunggu lama   seperti yang lazim dihadapi sang para calon jemaah haji. Apabila haji dilaksanakan khusus pada bulan tertentu, umrah lebih bersifat fleksibel, sebagai akibatnya mampu diadaptasi dengan jadwal masing-masing calon jemaah.


Tata Cara Haji dan Umroh
Lalu, apa sih umrah itu? Umrah sendiri dalam segi bahasa ialah berkunjung. Umrah ini tergolong ibadah yang pada tata cara & pelaksanaannya hampir mirip menggunakan ibadah haji. Tak heran bila umrah juga tak jarang disebut menjadi haji mini  . Umrah sendiri terdiri dari 3 macam, yakni umrah mufradah, umrah tamattu, serta umrah sunah.
Pun seperti halnya ibadah haji, ada syarat, rukun, dan hal-hal lain yg diatur dalam pelaksanaan ibadah umrah itu sendiri, pada antaranya:

Syarat

Syarat buat menunaikan ibadah umrah sama menggunakan kondisi ketika melaksanakan haji:
  Beragama Islam
•  Baligh dan berakal
  Merdeka (bukan budak)
  Mampu secara finansial (terdapat bekal dan kendaraan)
  Ada mahram (khusus bagi wanita)

Rukun

 Ihram, yakni berniat buat memulai umrah
  Thawaf
  Sai

Wajib
  Berniat dengan melakukan ihram saat hendak memasuki miqat
  Bertahallul (mencukur sebagian atau semua rambut)

Bisa dibilang rukun adalah kondisi primer absah tidaknya ibadah umrah yang kita kerjakan, karena itu jika ada salah  satu rukun yang nir kita kerjakan, umrah kita belum sempurna dan harus diulangi. Sementara itu, meninggalkan yg harus tidak membatalkan umrah, namun kita harus menggantinya menggunakan dam atau denda .

Jika terdapat galat satu rukun yg terlewat dikerjakan baik sengaja juga nir, maka umrohnya wajib  diulangi. Sedangkan meninggalkan yg wajib  tidak perlu mengulang, namun harus membayar dam.

Pintu Kakbah
Tata Cara Pelaksanaan Umroh

 Jemaah disunahkan mandi akbar (junub) sebelum ihram buat umrah

  Memakai kain ihram (pria: dua helai kain, sedangkan perempuan   bebas menggunakan 
sandang apa pun menggunakan kondisi menutup aurat, kecuali muka dan telapak tangan)

 Membaca niat pada hati dan saat hingga di miqat (batas daerah tanah suci) dianjurkan menjalankan salat sunah dua rakaat sembari terus berucap kalimat talbiyah; Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka

 Disunahkan mandi sebelum memasuki Kota Makkah

  Sesampainya di depan Ka’bah, talbiyah berhenti sebelum tawaf, lalu menuju Hajar Aswad sembari menyentuhnya (boleh mencium apabila memang situasi memungkinkan, baiknya seraya mengucap bismillahi wallahu besar )

• Tawaf sebesar 7 kali putaran. Tiga putaran pertama jalan cepat dan selebihnya berjalan misalnya biasa. Tawaf ini diawali & diakhiri di depan Hajar Aswad. Posisi Ka’bah terdapat di sebelah kiri kita

 Salat sunah 2 rakaat pada belakang Maqam Ibrahim (jika nir memungkinkan, boleh diganti di loka lainnya di region Masjidil Haram dengan membaca surah Al-Kafirun dalam rakaat pertama & Al-Ikhlas dalam rakaat ke 2

• Sai atau berlari-lari mini   sebanyak 7 kali (dimulai dari Bukit Safa & berakhir pada Bukit Marwah)

 Tahallul atau mencukur sebagian/semua rambut kepala

  Selesai

Rukun Haji & Umroh
Alhamdulillah, semoga pembahasan mengenai pengertian dan rapikan cara aplikasi umrohdi atas bermanfaat buat pembaca sekalian, ya.

0 komentar:

Posting Komentar